Rabu, 21 Desember 2016

Study Al-Qur'an



PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Rasmul qur’an merupakan salah satu bagian disiplin ilmu alqur’an yang mana di dalamnya mempelajari tentang penulisan Mushaf Al-Qur’an yang dilakukan dengan cara khusus, baik dalam penulisan lafal-lafalnya maupun bentuk-bentuk huruf yang digunakan. Rasimul Qur’an dikenal juga dengan nama Rasm Utsmani.
Para Ulama berbeda pendapat tentang penulisan ini, diantara mereka ada yang berpendapat bahwa tulisan tersebut bersifat taufiqi (ketetapan langsung dari Rasulullah), mereka berlandaskan riwayat yang menyatakan bahwa Rasulullah menerangkan kepada salah satu Kuttab (juru tulis wahyu) yaitu Mu’awiyah  tentang tatacara penulisan wahyu. diantara Ulama yang berpegang teguh pada pendapat ini adalah Ibnul al-Mubarak dalam kitabnya “al-Ibriz” yang menukil perkataan gurunya “ Abdul ‘Aziz al-Dibagh”, “bahwa tlisan yang terdapat pada Rasm ‘Utsmani semuanya memiliki rahasia-rahasia dan tidak ada satupun sahabat yang memiliki andil, sepertihalnya diketahui bahwa al-Quran adalh mu’jizat begitupula tulisannya”. Namun disisi lain, ada beberapa ulama yang mengatakan bahwa, Rasmul Ustmani bukanlah tauqifi, tapi hanyalah tatacara penulisan al-Quran saja.

Psikologi



PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang

           Manusia adalah makhluk yang di ciptakan aleh Allah Swt paling sempurna dari pada makhluk yang  lainnya karena hanya manusialah yang mempunyai akal  untuk berfikir yang tidak di miliki oleh makhluk lainnya  setiap manusia pasti melalui kelahiran setelah melalui proses kelahiran  maka manusia bisa di katakan hidup di dunia yang secara langsung  akan berhubungan dengan dunia luar yang tentunya jauh berbeda dengan dunia sebelu manysia di lahirkan di dalam kandungan seorang ibu, mulai saat itulah manusiamenerima stimulus atau rangsangan dari luar di samping dari dalam dirinya sendiri manusia mulai merasa kedinginan sakit,senang,sedih dan lain sebagainya itu semua merupakan rangsangan dari luar tubuh sehinggadalam tubuh secara langsung stimulus bekerja.
Dari hasil pengamatan video  tersebut saya bisa mengambil kesimpulan bahwa manusia bisa memiliki kemampuan  kognitif (kemampuan  jiwa manusia menerima stimulus dari luar yang  berkaitan dengan pengenalan) untuk memproses informasi yang di paroleh di peroleh dari lingkungan di sekelilingnya melalui indra yang di milikinya untuk dapat mengenali dirinya sendiri maupun keadaan sekitarnya,membuat persepsi apa-apa yang di lihat atau di rabanya serta berfikir untuk memutuskan  aksi apa yang hendak di lakukan untuk mengatasi keadaan yang di hadapinya.
Melalui stimulus yang di terimanya manusia akan mengalami persepsi yang merupakan suatu proses yang di dahului oleh pengindraan yaitu merupakan proses yang berwujud di terimanya stimulus oleh individu(manusia) melalui alat reseptornya, lalu stimulus tersebut di teruskan pusat susunan syaraf yaitu otak, dan terjadilah proses psikologis sehingga individu menyadari apa yang ia dengar,ia lihat,ia rasakan dan lain sebagainya.

Ilmu Dakwah



PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
            Melihat konteks historis agama Islam yang terurai panjang dan selalu menarik untuk dikaji dan dipelajari secara mendalam, maka akan ditemukan sebuah gambaran perjuangan gigih oleh baginda nabi besar Muhammad SAW dalam menyebarkan agama yang pada saat ini oleh Michael Hart dianggap sebagai agama terbesar di dunia, sehingga Michael Hart menjadikan nabi Muhammad sebagai tokoh pertama di dalam bukunya “100 Tokoh Paling Berpengaruh dalam Sejarah”.
            Hal ini dapat didasarkan dengan keberhasilan nabi Muhammad dalam menyebarkan agama Islam, selain itu dengan keberadaan Alquran yang merupakan bentuk mukjizat berupa kitab suci yang diakui kebenaran serta keasliannya. Alquran merupakan sumber pedoman umat Islam dalam segala aspek kehidupan serta sendi-sendi kebutuhannya yang beragam serta selalu berubah dengan perputaran roda zaman. Di dalam Alquran banyak ayat yang menyebutkan tentang kewajiban umat Islam untuk mengajak kepada kebaikan dan saling mengingatkan dalam kemunkaran.
            Dapat disimpulkan jika agama Islam mengajarkan bahwa interaksi sesama merupakan sebuah keindahan apabila dihiasi dengan saling mengingatkan dan mengajak kedalam kebaikan, sehingga pada dasarnya Islam memberikan rasa solidaritas kepada sesama sebagai bentuk kebersamaan yang menjadi kekuatan dan karakteristik dari ajaran Islam dalam bentuk aktivitas.

Pendidikan Pancasila

IMPLEMENTASI NILAI PANCASILA DAN REALISASI PANCASILA YANG OBYEKTIF DAN SUBYEKTIF
A.      PENDAHULUAN
1.       Ketuhanan Yang Maha Esa
a.         Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaanya dan ketaqwaanya kepada Tuhan Yang Maha Esa.Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dankepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab
b.        Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antra pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
c.         Membina kerukunan hidu di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.