PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manusia adalah makhluk yang di ciptakan
aleh Allah Swt paling sempurna dari pada makhluk yang lainnya karena hanya manusialah yang mempunyai
akal untuk berfikir yang tidak di miliki
oleh makhluk lainnya setiap manusia
pasti melalui kelahiran setelah melalui proses kelahiran maka manusia bisa di katakan hidup di dunia
yang secara langsung akan berhubungan
dengan dunia luar yang tentunya jauh berbeda dengan dunia sebelu manysia di
lahirkan di dalam kandungan seorang ibu, mulai saat itulah manusiamenerima
stimulus atau rangsangan dari luar di samping dari dalam dirinya sendiri
manusia mulai merasa kedinginan sakit,senang,sedih dan lain sebagainya itu
semua merupakan rangsangan dari luar tubuh sehinggadalam tubuh secara langsung
stimulus bekerja.
Dari hasil pengamatan video tersebut saya bisa mengambil kesimpulan bahwa
manusia bisa memiliki kemampuan kognitif
(kemampuan jiwa manusia menerima
stimulus dari luar yang berkaitan dengan
pengenalan) untuk memproses informasi yang di paroleh di peroleh dari
lingkungan di sekelilingnya melalui indra yang di milikinya untuk dapat
mengenali dirinya sendiri maupun keadaan sekitarnya,membuat persepsi apa-apa
yang di lihat atau di rabanya serta berfikir untuk memutuskan aksi apa yang hendak di lakukan untuk
mengatasi keadaan yang di hadapinya.
Melalui stimulus yang di terimanya manusia
akan mengalami persepsi yang merupakan suatu proses yang di dahului oleh
pengindraan yaitu merupakan proses yang berwujud di terimanya stimulus oleh
individu(manusia) melalui alat reseptornya, lalu stimulus tersebut di teruskan
pusat susunan syaraf yaitu otak, dan terjadilah proses psikologis sehingga
individu menyadari apa yang ia dengar,ia lihat,ia rasakan dan lain sebagainya.
Karena itu proses pengindraan tidak dapat
lepas dari proses persepsi dan proses pengindraan merupakan proses pendahulu
dari persepsi serta mengunggah masalah yang berkaitan dengan proses dari hasil
penginderaan ke persepsi yaitu “Belajar sebagai suatu proses aktifitas
kognitif.
LANDASAN TEORI
Dari hasil pengamatan video tersebut saya
bisa memaparkan,bagaimana proses indera bekerja,dan bagaimana pula indera
penting pada diri manusia,banyak aspek perilaku manusia dan fungsi mental yang
tidak dapat di pahami sepenuhnya tanpa dasar pengetahuan mengenai proses
biologis,system saraf kita yaitu organ indera otot dan kelenjar memungkinkan
kita untuk menyadari keadaan lingkungan serta untuk menyesuaikan diri kita
terhadap lingkungan itu,persepsi kita terhadap berbagai peristiwa yang terjadi
tergantung bagaimana agar indera kita mendeteksi adanya stimulus
dan bagaimana otak kita menafsirkan informasi yang datang dari indera
itu,sebaian besar perilaku kita di dorong oleh berbagai kebutuhan seperti rasa
lapar,haus,rasa sakit dan lain sebagainya.
A. Sistem Saraf
1. Bagian - Bagian Sel Saraf (Neuron).
Sistem saraf yaitu sistem organ yang
tersusun dari sekumpulan jaringan saraf yang saling bekerja sama untuk
menghantarkan impuls dan tanggapan dari reseptop ke efektor. Jaringan saraf
tersusun dari sel saraf(neuron). Neuron terdiri atas tiga bagian yaitu dendrit,
badan sel, dan akson. Dendrit berfungsi menerima impuls dan meneruskan ke badan
sel, Badan sel berfungsi menerima impuls dari dendrit, dan Akson berfungsi
meneruskan impuls dari badan sel ke sel - sel saraf yang lain.
Berdasarkan fungsinya, ada tiga macam
neuron yaitu:
a.
Neuron sensorik, menghantarkan
impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat. Reseptor adalah sel saraf yang
menerima rangsang.
b.
Neuron motorik, menghantarkan
impuls dari sistem saraf pusat ke efektor. Efektor berupa otot dan kelenjar.
c.
Neuron konektor, menghantarkan
impuls dari neuron sensorik ke neuron motorik.
2. Susunan Sistem Saraf
Ada 2 sistem saraf sadar pada manusia yaitu
sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat terdiri atas otak
dan sumsum tulang belakang.
Dalam sistem saraf pusat, otak manusia
terbagi beberapa bagian dan setiap bagian tersebut memiliki fungsi yang
berbeda. Jadi, fungsi otak dapat dijabarkan sebagai berikut:
a.
Pengatur aktivitas manusia yang
disadari (otak besar/serebrum).
b.
Pengaturan perasaan dan gerakan
(otak depan bagian talamus).
c.
Pengaturan suhu tubuh, haus,
dan lapar (otak depan bagian hipotalamus).
d.
Pengaturan refleks mata (otak
tengah/mesensefalon).
e.
Pusat keseimbangan, koordinat
gerak otot, dan pengaturan posisi tubuh (otak kecil/serebelum).
f.
Menghantarkan impuls otot tubuh
sebelah kanan dan kiri (pons varolli).
Sementara itu, sumsum tulang belakang
memiliki fungsi untuk mengendalikan gerak refleks dan menghantarkan impuls
menuju atau meninggalkan otak, Sedangkan sumsum lanjutan atau medulla oblongata
berfungsi mengatur denyut jantung, elastisitas pembuluh darah, gerak alat
pernapasan dan pencernaan, sekresi kelenjar, dan reaksi pengeluaran zat - zat
tidak berguna bagi tubuh dalam bentuk bersin ataupun batuk.
Sistem saraf tepi, berfungsi menyampaikan
informasi ke dan dari pusat pengatur. Berdasarkan impuls saraf yang dibawa,
sistem saraf tepi dibedakan menjadi 2 sebagai berikut:
a. Sistem saraf aferen, membawa impuls saraf dari reseptor ke susunan saraf pusat.
b. Sistem saraf eferen, membawa impuls saraf dari saraf pusat ke efektor.
Berdasarkan asalnya, sistem saraf tepi
dibedakan menjadi dua sebagai berikut:
a. Saraf sumsum tulang belakang berjumlah31 pasang saraf.
b. Saraf otak berjumlah 12 pasang.
Ada 2 jenis sistem saraf tidak sadar,
yaitu:
a. Saraf simpatetik, berfungsi mempercepat kerja organ - organ tubuh.
b. Saraf parasimpatetik, berfungsi memperlambat kerja organ - organ tubuh.
3. Penghantaran Impuls
a.
Urutan jalannya gerak biasa
dapat dituliskan sebagai berikut:
Rangsang - reseptor - neuron sensorik -
otak - neuron motorik - efektor.
b.
Urutan jalannya gerak refleks
dapat dituliskan sebagai berikut:
Rangsang - reseptor - neuron sensorik - sel
saraf konektor pada otak atau sumsum tulang belakang - neuron motorik -
efektor.
B. Sistem Indera
Sistem indra pada manusia terdiri atas lima
alat indera yang berfungsi menerima rangsang dari lingkungan. Kelima alat indra
tersebut adalah mata, hidung,lidah,telinga dan kulit.

Indera berperan sebagai reseptor, yaitu
bagian tubuh yang berfungsi sebagai penerima rangsangan. Ada lima macam indera
yaitu: Mata, Telinga, Kulit, Lidah dan Hidung.
1. Indra Penglihat (Mata)
Mata sebagai penerima rangsang cahaya
(fotoreseptor).
Bagian - bagian bola mata
Cahaya masuk ke mata melalui urutan
berikut: Kornea - aqueous humor - pupil - lensa - vitreous humor - retina.
Mata mempunyai reseptor khusus untuk mengenali
perubahan sinar dan warna. Sesungguhnya yang disebut mata bukanlah hanya bola
mata, tetapi termasuk otot-otot penggerak bola mata, kotak mata (rongga tempat
mata berada), kelopak, dan bulu mata, tetapi termasuk otototot penggerak bola mata, kotak mata
(rongga tempat mata berada), kelopak, dan bulu mata.
a. Bola Mata
Bola mata mempunyai 3 lapis dinding yang mengelilingi rongga bola
mata. Ketiga lapis dinding ini dari luar ke dalam adalah sebagai berikut.
1) Sklera
Merupakan
jaringan ikat dengan serat yang kuat; berwarna putih buram (tidak tembus
cahaya), kecuali di bagian depan bersifat transparan, disebut kornea.
Konjungtiva adalah lapisan transparan yang melapisi kornea dan kelopak mata.
Lapisan ini berfungsi melindungi bola matadari gangguan.
2) Koroid
Koroid berwarna
coklat kehitaman sampai hitam; merupakan lapisan yang berisi banyak pembuluh
darah yang memberi nutrisi dan oksigen terutama untuk retina. Warna gelap pada
koroid berfungsi untuk mencegah refleksi (pemantulan sinar). Di 2 bagian depan,
koroid membentuk badan siliaris yang berlanjut ke depan membentuk iris yang
berwarna. Di bagian depan iris bercelah membentuk pupil (anak mata). Melalui
pupil sinar masuk. Iris berfungsi sebagai diafragma, yaitu pengontrol ukuran
pupil untuk mengatur sinar yang masuk. Badan siliaris membentuk ligamentum yang
berfungsi mengikat lensa mata. Kontraksi dan relaksasi dari otot badan siliaris
akan mengatur cembung pipihnya lensa.
3) Retina
Lapisan ini
peka terhadap sinar. Pada seluruh bagian retina berhubungan dengan badan
sel-sel saraf yang serabutnya membentuk urat saraf optik yang memanjang sampai
ke otak. Bagian yang dilewati urat saraf optik tidak peka terhadap sinar dan daerah
ini disebut bintik buta.
b. Otot Mata
Ada enam otot
mata yang berfungsi memegang sklera. Empat di antaranya disebut otot rektus
(rektus inferior, rektus superior, rektus eksternal, dan rektus internal). Otot
rektus berfungsi menggerakkan bola mata ke kanan, ke kiri, ke atas, dan ke
bawah. Dua lainnya adalah otot obliqatas (superior) dan otot obliq bawah
(inferior).
c. Fungsi Mata
Sinar yang masuk
ke mata sebelum sampai di retina mengalami pembiasan lima kali yaitu waktu
melalui konjungtiva, kornea, aqueus humor, lensa, dan vitreous humor. Pembiasan
terbesar terjadi di kornea. Bagi mata normal, bayang-bayang benda akan jatuh
pada bintik kuning, yaitu bagian yang paling peka terhadap sinar.
2. Indera pendengaran (telinga)
Indera
Pendengaran Telinga mempunyai reseptor khusus untuk mengenali getaran bunyi dan
untuk keseimbangan. Ada tiga bagian utama dari telinga manusia, yaitu bagian
telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. Telinga luar berfungsi
menangkap getaran bunyi, dan telinga tengah meneruskan getaran dari telinga
luar ke telinga dalam. Reseptor yang ada pada telinga dalam akan menerima rarigsang
bunyi dan mengirimkannya berupa impuls ke otak untuk diolah.
a. SusunanTelinga
1) tengah luar
Telinga tersusun
atas tiga bagian yaitu telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. Telinga
luar terdiri dari daun telinga, saluran luar, dan membran timpani (gendang
telinga).
2) Telinga tengah
Bagian ini merupakan rongga yang berisi udara untuk menjaga
tekananudara agar seimbang. Di dalamnya terdapat saluran Eustachio yang
menghubungkan telinga tengah dengan faring. Rongga telinga tengah berhubungan
dengan telinga luar melalui membran timpani.
3) Telinga dalam
Bagian ini mempunyai susunan yang rumit, terdiri dari labirin tulang
dan labirin membran. Ada 5 bagian utama dari labirin membran, yaitu sebagai
berikut.
a)
saluran setengah lingkaran
b)
Ampula
c)
Utrikulus
d)
Sakulus
e)
Koklea atau rumah siput
Mekanisme kerja
indera pendengar sebagai berikut: Getaran suara - daun telinga - saluran
telinga - membran timpani - maleus - inkus - stapes - koklea - organ korti -
sel saraf auditori - otak.
Gelombang bunyi
yang masuk ke dalam telinga luar menggetarkan gendang telinga. Getaran ini akan
diteruskan oleh ketiga tulang dengar ke jendela oval. Getaran Struktur koklea
pada jendela oval diteruskan ke cairan limfa yang ada di dalam saluran
vestibulum. Getaran cairan tadi akan menggerakkan membran Reissmer dan
menggetarkan cairan limfa dalam saluran tengah. Perpindahan getaran cairan
limfa di dalam saluran tengah menggerakkan membran basher yang dengan
sendirinya akanmenggetarkan cairan dalam saluran timpani. Perpindahan ini
menyebabkan melebarnya membran pada jendela bundar. Getaran dengan frekuensi
tertentu akan menggetarkan selaput-selaput basiler, yang akan menggerakkan
sel-sel rambut ke atas dan ke bawah. Ketika rambutrambut sel menyentuh membran
tektorial, terjadilah rangsangan (impuls). Getaran membran tektorial dan
membran basiler akan menekan sel sensori pada organ Korti dan kemudian
menghasilkan impuls yang akan dikirim ke pusat pendengar di dalam otak melalui
saraf pendengaran.
3. Indra Perasa dan Peraba (Kulit) / Mekanoreseptor
a. Reseptor pada kulit sebagai berikut:
1)
Korpuskula Paccini: saraf
perasa tekanan kuat.
2)
Ujung saraf sekeliling rambut,
merupakan saraf peraba.
3)
Korpuskula Ruffini: saraf
perasa panas.
4)
Ujung saraf Crausse: saraf
perasa dingin.
5)
Korpuskula Meissner: saraf
perasa nyeri.
6)
Lempeng Merkel: saraf perasa
sentuhan dan tekanan ringan.
b. Susunan Kulit
Kulit terdiri
dari lapisan luar yang disebut epidermis dan lapisan dalam atau lapisan dermis.
Pada epidermis tidak terdapat pembuluh darah dan sel saraf. Epidermis tersusun
atas empat lapis sel. Dari bagian dalam ke bagian luar, pertama adalah stratum
germinativum berfungsi membentuk lapisan di sebelah atasnya. Kedua, yaitu di
sebelah luar lapisan germinativum terdapat stratum granulosum yang berisi
sedikit keratin yang menyebabkan kulit menjadi keras dan kering. Selain itu
sel-sel dari lapisan granulosum umumnya menghasilkan pigmen hitam (melanin).
Kandungan melanin menentukan derajat warna kulit, kehitaman, atau kecoklatan.
Lapisan ketiga merupakan lapisan yang transparan disebut stratum lusidum dan
lapisan keempat (lapisan terluar) adalah lapisan tanduk disebut stratum
korneum.
c. Fungsi Kulit
Kulit berfungsi
sebagai alat pelindung bagian dalam, misalnya otot dan tulang; sebagai alat
peraba dengan dilengkapi bermacam reseptor yang peka terhadap berbagai
rangsangan; sebagai alat ekskresi; serta pengatur suhu tubuh. Sehubungan dengan
fungsinya sebagai alat peraba, kulit dilengkapi dengan reseptorreseptor khusus.
Reseptor untuk rasa sakit ujungnya menjorok masuk ke daerah epidermis. Reseptor
untuk tekanan, ujungnya berada di dermis yang jauh dari epidermis. Reseptor
untuk rangsang sentuhan dan panas, ujung reseptornya terletak di dekat
epidermis.
4. Indra Pengecap (Lidah) Kemoreseptor
Kemoreseptor merupakan reseptor penerima
rangsang berupa zat kimia. Indra pengecap pada manusia adalah lidah. Ujung
lidah mengecap rasa manis. Tepi lidah bagian depan mengecap rasa asin. Tepi
lidah bagian belakang mengecap rasa asam. Pangkal lidah mengecap rasa pahit. Pada
permukaan lidah terdapat kuncup perasa yang disebut papilla. Ada tiga macam
papilla berdasarkan bentuknya yaitu filiformis (tersebar merata di permukaan
lidah), fungiformis (berbentuk seperti jamur dan terletak di ujung dan tepi
lidah), dan sirkumvalata (berjejer membentuk huruf v di pangkal lidah).
5. Indra Penciuman (Hidung)
Indra penciuman pada manusia adalah hidung.
Di dalam hidung terdapat saraf olfaktori yang menerima rangsang berupa bau.
Pada saat kita bernapas, zat kimia yang berupa gas ikut masuk ke dalam hidung
kita. Zat kimia yang merupakan sumber bau akan dilarutkan pada selaput lendir,
kemudian akan meransang rambut-rambut halus pada sel pembau. Sel pembau akan
meneruskan rangsangan ini ke otak dan akan diolah sehingga kita bisa mengetahui
jenis bau dari zat kimia tersebut. Gangguan pada hidung biasanya disebabkan
oleh radang atau sakit pilek yang menghasilkan lendir atau ingus sehingga
menghalangi bau mencapai ujung saraf pembau. Gangguan lain juga bisa disebabkan
oleh adanya kotoran pada hidung dan bulu hidung yang terlalu banyak. Kita harus
selalu membersihkan hidung dari kotoran dan merapikan bulu – bulunya supaya
penciuman kita tidak terganggu.
KESIMPULAN
Dari uraian di atas dapat saya simpulkan
bahwasannya indera sangatlah penting terhadap kelangsungan hidup manusia, berjuta-juta
bahkan tak terhitung jumlah sel ataupun saraf dari kelima indera tersebut yang
demikian sempurnanya itu semua berkat Allah SWT,
Yang mana indera tersebut akan saya
simpulkan lagi bagian apa saja yang menjadi peranan penting dalam indera berikut
uraiannya.
A. Indera penglihatan (mata)
Jenis indera ini memiliki sejumlah reseptor
khusus untuk mengenali perubahan sinar dan warna, selain itu terdapat otot-otot
yang berfungsi sebagai penggerak bola mata, kotak mata, kelopak mata dan bula
mata bola mata memiliki garis tengah kira-kira 2,5 cm, bagian depannya bening, bola
mata terdiri dari tiga lapisan yaitu sclera, koroid dan retina.
B. Indera pendengar (telinga)
Merupakan alat pendengar dan alat
keseimbangan telinga terdiri dari tiga bagian yaitu telinga luar, telinga
tengah dan telinga dalam
C. Indera peraba (kulit)
Merupakan indera peraba sebab memiliki
ujung saraf sensoris sebagai reseptor khusus untuk sentuhan, tekanan
temperature (panas dan dingin), serta rasa sakit.
D. Indera pengecap (lidah)
Merupakan organ yang tersusun atas otot, permukaan
lidah banyak tonjolan kecil yang di sebut papilla lidah member kesan lidah
terkesan kasar, pada papilla lidah pembau di rangsang oleh gas yang terhirup
oleh hidung indra pembau tersebut sangat peka dan kepekannya mudah hilang jika
di hadapkan pada bau yang sama dalam jangka waktu yang lama.
E. Indera pembau (hidung)
Rangsang yang berupa hawa/udara/bau melalui
udara menuju ke reseptor yang ada di rongga hidung (cavum nasalis) prosesnya
adalah bau di terima pada ronnga hidung di teruskan oleh nervus ke-1 (saraf
pembau) menuju garis centralis posterior (pusat sentibilitas di kulit otak).




Tidak ada komentar:
Posting Komentar