Rabu, 21 Desember 2016

Psikologi



PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang

           Manusia adalah makhluk yang di ciptakan aleh Allah Swt paling sempurna dari pada makhluk yang  lainnya karena hanya manusialah yang mempunyai akal  untuk berfikir yang tidak di miliki oleh makhluk lainnya  setiap manusia pasti melalui kelahiran setelah melalui proses kelahiran  maka manusia bisa di katakan hidup di dunia yang secara langsung  akan berhubungan dengan dunia luar yang tentunya jauh berbeda dengan dunia sebelu manysia di lahirkan di dalam kandungan seorang ibu, mulai saat itulah manusiamenerima stimulus atau rangsangan dari luar di samping dari dalam dirinya sendiri manusia mulai merasa kedinginan sakit,senang,sedih dan lain sebagainya itu semua merupakan rangsangan dari luar tubuh sehinggadalam tubuh secara langsung stimulus bekerja.
Dari hasil pengamatan video  tersebut saya bisa mengambil kesimpulan bahwa manusia bisa memiliki kemampuan  kognitif (kemampuan  jiwa manusia menerima stimulus dari luar yang  berkaitan dengan pengenalan) untuk memproses informasi yang di paroleh di peroleh dari lingkungan di sekelilingnya melalui indra yang di milikinya untuk dapat mengenali dirinya sendiri maupun keadaan sekitarnya,membuat persepsi apa-apa yang di lihat atau di rabanya serta berfikir untuk memutuskan  aksi apa yang hendak di lakukan untuk mengatasi keadaan yang di hadapinya.
Melalui stimulus yang di terimanya manusia akan mengalami persepsi yang merupakan suatu proses yang di dahului oleh pengindraan yaitu merupakan proses yang berwujud di terimanya stimulus oleh individu(manusia) melalui alat reseptornya, lalu stimulus tersebut di teruskan pusat susunan syaraf yaitu otak, dan terjadilah proses psikologis sehingga individu menyadari apa yang ia dengar,ia lihat,ia rasakan dan lain sebagainya.

Karena itu proses pengindraan tidak dapat lepas dari proses persepsi dan proses pengindraan merupakan proses pendahulu dari persepsi serta mengunggah masalah yang berkaitan dengan proses dari hasil penginderaan ke persepsi yaitu “Belajar sebagai suatu proses aktifitas kognitif.


LANDASAN TEORI

       Dari hasil pengamatan video tersebut saya bisa memaparkan,bagaimana proses indera bekerja,dan bagaimana pula indera penting pada diri manusia,banyak aspek perilaku manusia dan fungsi mental yang tidak dapat di pahami sepenuhnya tanpa dasar pengetahuan mengenai proses biologis,system saraf kita yaitu organ indera otot dan kelenjar memungkinkan kita untuk menyadari keadaan lingkungan serta untuk menyesuaikan diri kita terhadap lingkungan itu,persepsi kita terhadap berbagai peristiwa yang terjadi tergantung bagaimana agar indera kita mendeteksi adanya  stimulus  dan bagaimana otak kita menafsirkan informasi yang datang dari indera itu,sebaian besar perilaku kita di dorong oleh berbagai kebutuhan seperti rasa lapar,haus,rasa sakit dan lain sebagainya.

A.     Sistem Saraf

1.        Bagian - Bagian Sel Saraf (Neuron).

       Sistem saraf yaitu sistem organ yang tersusun dari sekumpulan jaringan saraf yang saling bekerja sama untuk menghantarkan impuls dan tanggapan dari reseptop ke efektor. Jaringan saraf tersusun dari sel saraf(neuron). Neuron terdiri atas tiga bagian yaitu dendrit, badan sel, dan akson. Dendrit berfungsi menerima impuls dan meneruskan ke badan sel, Badan sel berfungsi menerima impuls dari dendrit, dan Akson berfungsi meneruskan impuls dari badan sel ke sel - sel saraf yang lain.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXF06Zo6SH6HBJ4Q1l4EA1-ygsl7XQne6gFBpojNa24iPTZtfBANbwDeJI77tNgJNXGadLJvxRIYXgLD5Aig-AYmNBgoDkGoMDp9r2V1uHPCmVuQ9gdnCbocv-aINLGO5zRxlderTtqIXG/s1600/neuron.png
Berdasarkan fungsinya, ada tiga macam neuron yaitu:  
a.       Neuron sensorik, menghantarkan impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat. Reseptor adalah sel saraf yang menerima rangsang.
b.      Neuron motorik, menghantarkan impuls dari sistem saraf pusat ke efektor. Efektor berupa otot dan kelenjar.
c.       Neuron konektor, menghantarkan impuls dari neuron sensorik ke neuron motorik.

2.        Susunan Sistem Saraf

Ada 2 sistem saraf sadar pada manusia yaitu sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. 
Dalam sistem saraf pusat, otak manusia terbagi beberapa bagian dan setiap bagian tersebut memiliki fungsi yang berbeda. Jadi, fungsi otak dapat dijabarkan sebagai berikut:
a.       Pengatur aktivitas manusia yang disadari (otak besar/serebrum).
b.      Pengaturan perasaan dan gerakan (otak depan bagian talamus).
c.       Pengaturan suhu tubuh, haus, dan lapar (otak depan bagian hipotalamus).
d.      Pengaturan refleks mata (otak tengah/mesensefalon).
e.       Pusat keseimbangan, koordinat gerak otot, dan pengaturan posisi tubuh (otak kecil/serebelum).
f.       Menghantarkan impuls otot tubuh sebelah kanan dan kiri (pons varolli).
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidir7H38owGXA4Y2MzUpjClAtO7OuRQW8hDXdJQluuYs-YggdUF3_oSe_7DbdB4FIq9rmAuR0EXd5jSe3n8YzhKwMPX1tL8cdm19Rx1vI8fWMMzGNQx4nC0yHR0ItNSSnZIUFSjCbirMAG/s1600/the-br15.gif
        Sementara itu, sumsum tulang belakang memiliki fungsi untuk mengendalikan gerak refleks dan menghantarkan impuls menuju atau meninggalkan otak, Sedangkan sumsum lanjutan atau medulla oblongata berfungsi mengatur denyut jantung, elastisitas pembuluh darah, gerak alat pernapasan dan pencernaan, sekresi kelenjar, dan reaksi pengeluaran zat - zat tidak berguna bagi tubuh dalam bentuk bersin ataupun batuk.
Sistem saraf tepi, berfungsi menyampaikan informasi ke dan dari pusat pengatur. Berdasarkan impuls saraf yang dibawa, sistem saraf tepi dibedakan menjadi 2 sebagai berikut:
a.       Sistem saraf aferen, membawa impuls saraf dari reseptor ke susunan saraf pusat.
b.      Sistem saraf eferen, membawa impuls saraf dari saraf pusat ke efektor.
Berdasarkan asalnya, sistem saraf tepi dibedakan menjadi dua sebagai berikut:
a.       Saraf sumsum tulang belakang berjumlah31 pasang saraf.
b.      Saraf otak berjumlah 12 pasang.
Ada 2 jenis sistem saraf tidak sadar, yaitu:
a.       Saraf simpatetik, berfungsi mempercepat kerja organ - organ tubuh.
b.      Saraf parasimpatetik, berfungsi memperlambat kerja organ - organ tubuh.

3.        Penghantaran Impuls

a.       Urutan jalannya gerak biasa dapat dituliskan sebagai berikut:
Rangsang - reseptor - neuron sensorik - otak - neuron motorik - efektor.
b.      Urutan jalannya gerak refleks dapat dituliskan sebagai berikut:
Rangsang - reseptor - neuron sensorik - sel saraf konektor pada otak atau sumsum tulang belakang - neuron motorik - efektor.

B.       Sistem Indera

         Sistem indra pada manusia terdiri atas lima alat indera yang berfungsi menerima rangsang dari lingkungan. Kelima alat indra tersebut adalah mata, hidung,lidah,telinga dan kulit.
Description: http://www.alatperaga.com/products/images/carta_alat_indera.jpg
Indera berperan sebagai reseptor, yaitu bagian tubuh yang berfungsi sebagai penerima rangsangan. Ada lima macam indera yaitu: Mata, Telinga, Kulit, Lidah dan Hidung.

1.        Indra Penglihat (Mata)

Mata sebagai penerima rangsang cahaya (fotoreseptor).
Bagian - bagian bola mata
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjj4sLrGdzTHLrEjpNswir3_Ypc7CLdBRzqKb8zeuw98_fikZB05Rb5ftbjwtjF-40paREERJmOqA-BacXiGkxVJieQ81OrfFbxOUe8DxgXuv-93Zfs4XY13aKau0BjeqexFLR-jqLKe5FA/s1600/Bagian-bagian-bola-mata.jpg
Cahaya masuk ke mata melalui urutan berikut: Kornea - aqueous humor - pupil - lensa - vitreous humor - retina.
Mata mempunyai reseptor khusus untuk mengenali perubahan sinar dan warna. Sesungguhnya yang disebut mata bukanlah hanya bola mata, tetapi termasuk otot-otot penggerak bola mata, kotak mata (rongga tempat mata berada), kelopak, dan bulu mata, tetapi termasuk otototot penggerak bola mata, kotak mata (rongga tempat mata berada), kelopak, dan bulu mata.
a.         Bola Mata
Bola mata mempunyai 3 lapis dinding yang mengelilingi rongga bola mata. Ketiga lapis dinding ini dari luar ke dalam adalah sebagai berikut.
1)        Sklera
Merupakan jaringan ikat dengan serat yang kuat; berwarna putih buram (tidak tembus cahaya), kecuali di bagian depan bersifat transparan, disebut kornea. Konjungtiva adalah lapisan transparan yang melapisi kornea dan kelopak mata. Lapisan ini berfungsi melindungi bola matadari gangguan.
2)        Koroid
Koroid berwarna coklat kehitaman sampai hitam; merupakan lapisan yang berisi banyak pembuluh darah yang memberi nutrisi dan oksigen terutama untuk retina. Warna gelap pada koroid berfungsi untuk mencegah refleksi (pemantulan sinar). Di 2 bagian depan, koroid membentuk badan siliaris yang berlanjut ke depan membentuk iris yang berwarna. Di bagian depan iris bercelah membentuk pupil (anak mata). Melalui pupil sinar masuk. Iris berfungsi sebagai diafragma, yaitu pengontrol ukuran pupil untuk mengatur sinar yang masuk. Badan siliaris membentuk ligamentum yang berfungsi mengikat lensa mata. Kontraksi dan relaksasi dari otot badan siliaris akan mengatur cembung pipihnya lensa.
3)        Retina
Lapisan ini peka terhadap sinar. Pada seluruh bagian retina berhubungan dengan badan sel-sel saraf yang serabutnya membentuk urat saraf optik yang memanjang sampai ke otak. Bagian yang dilewati urat saraf optik tidak peka terhadap sinar dan daerah ini disebut bintik buta.
b.         Otot Mata
Ada enam otot mata yang berfungsi memegang sklera. Empat di antaranya disebut otot rektus (rektus inferior, rektus superior, rektus eksternal, dan rektus internal). Otot rektus berfungsi menggerakkan bola mata ke kanan, ke kiri, ke atas, dan ke bawah. Dua lainnya adalah otot obliqatas (superior) dan otot obliq bawah (inferior).
c.          Fungsi Mata
Sinar yang masuk ke mata sebelum sampai di retina mengalami pembiasan lima kali yaitu waktu melalui konjungtiva, kornea, aqueus humor, lensa, dan vitreous humor. Pembiasan terbesar terjadi di kornea. Bagi mata normal, bayang-bayang benda akan jatuh pada bintik kuning, yaitu bagian yang paling peka terhadap sinar.

2.        Indera pendengaran (telinga)

Indera Pendengaran Telinga mempunyai reseptor khusus untuk mengenali getaran bunyi dan untuk keseimbangan. Ada tiga bagian utama dari telinga manusia, yaitu bagian telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. Telinga luar berfungsi menangkap getaran bunyi, dan telinga tengah meneruskan getaran dari telinga luar ke telinga dalam. Reseptor yang ada pada telinga dalam akan menerima rarigsang bunyi dan mengirimkannya berupa impuls ke otak untuk diolah.
a.         SusunanTelinga
1)        tengah luar
Telinga tersusun atas tiga bagian yaitu telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. Telinga luar terdiri dari daun telinga, saluran luar, dan membran timpani (gendang telinga).
2)        Telinga tengah
Bagian ini merupakan rongga yang berisi udara untuk menjaga tekananudara agar seimbang. Di dalamnya terdapat saluran Eustachio yang menghubungkan telinga tengah dengan faring. Rongga telinga tengah berhubungan dengan telinga luar melalui membran timpani.
3)        Telinga dalam
Bagian ini mempunyai susunan yang rumit, terdiri dari labirin tulang dan labirin membran. Ada 5 bagian utama dari labirin membran, yaitu sebagai berikut.
a)      saluran setengah lingkaran
b)      Ampula
c)      Utrikulus
d)     Sakulus
e)      Koklea atau rumah siput
       Mekanisme kerja indera pendengar sebagai berikut: Getaran suara - daun telinga - saluran telinga - membran timpani - maleus - inkus - stapes - koklea - organ korti - sel saraf auditori - otak.
Gelombang bunyi yang masuk ke dalam telinga luar menggetarkan gendang telinga. Getaran ini akan diteruskan oleh ketiga tulang dengar ke jendela oval. Getaran Struktur koklea pada jendela oval diteruskan ke cairan limfa yang ada di dalam saluran vestibulum. Getaran cairan tadi akan menggerakkan membran Reissmer dan menggetarkan cairan limfa dalam saluran tengah. Perpindahan getaran cairan limfa di dalam saluran tengah menggerakkan membran basher yang dengan sendirinya akanmenggetarkan cairan dalam saluran timpani. Perpindahan ini menyebabkan melebarnya membran pada jendela bundar. Getaran dengan frekuensi tertentu akan menggetarkan selaput-selaput basiler, yang akan menggerakkan sel-sel rambut ke atas dan ke bawah. Ketika rambutrambut sel menyentuh membran tektorial, terjadilah rangsangan (impuls). Getaran membran tektorial dan membran basiler akan menekan sel sensori pada organ Korti dan kemudian menghasilkan impuls yang akan dikirim ke pusat pendengar di dalam otak melalui saraf pendengaran.

3.        Indra Perasa dan Peraba (Kulit) / Mekanoreseptor

a.         Reseptor pada kulit sebagai berikut:
1)      Korpuskula Paccini: saraf perasa tekanan kuat.
2)      Ujung saraf sekeliling rambut, merupakan saraf peraba.
3)      Korpuskula Ruffini: saraf perasa panas.
4)      Ujung saraf Crausse: saraf perasa dingin.
5)      Korpuskula Meissner: saraf perasa nyeri.
6)      Lempeng Merkel: saraf perasa sentuhan dan tekanan ringan.
b.         Susunan Kulit
       Kulit terdiri dari lapisan luar yang disebut epidermis dan lapisan dalam atau lapisan dermis. Pada epidermis tidak terdapat pembuluh darah dan sel saraf. Epidermis tersusun atas empat lapis sel. Dari bagian dalam ke bagian luar, pertama adalah stratum germinativum berfungsi membentuk lapisan di sebelah atasnya. Kedua, yaitu di sebelah luar lapisan germinativum terdapat stratum granulosum yang berisi sedikit keratin yang menyebabkan kulit menjadi keras dan kering. Selain itu sel-sel dari lapisan granulosum umumnya menghasilkan pigmen hitam (melanin). Kandungan melanin menentukan derajat warna kulit, kehitaman, atau kecoklatan. Lapisan ketiga merupakan lapisan yang transparan disebut stratum lusidum dan lapisan keempat (lapisan terluar) adalah lapisan tanduk disebut stratum korneum.
c.          Fungsi Kulit
       Kulit berfungsi sebagai alat pelindung bagian dalam, misalnya otot dan tulang; sebagai alat peraba dengan dilengkapi bermacam reseptor yang peka terhadap berbagai rangsangan; sebagai alat ekskresi; serta pengatur suhu tubuh. Sehubungan dengan fungsinya sebagai alat peraba, kulit dilengkapi dengan reseptorreseptor khusus. Reseptor untuk rasa sakit ujungnya menjorok masuk ke daerah epidermis. Reseptor untuk tekanan, ujungnya berada di dermis yang jauh dari epidermis. Reseptor untuk rangsang sentuhan dan panas, ujung reseptornya terletak di dekat epidermis.

4.        Indra Pengecap (Lidah) Kemoreseptor

       Kemoreseptor merupakan reseptor penerima rangsang berupa zat kimia. Indra pengecap pada manusia adalah lidah. Ujung lidah mengecap rasa manis. Tepi lidah bagian depan mengecap rasa asin. Tepi lidah bagian belakang mengecap rasa asam. Pangkal lidah mengecap rasa pahit. Pada permukaan lidah terdapat kuncup perasa yang disebut papilla. Ada tiga macam papilla berdasarkan bentuknya yaitu filiformis (tersebar merata di permukaan lidah), fungiformis (berbentuk seperti jamur dan terletak di ujung dan tepi lidah), dan sirkumvalata (berjejer membentuk huruf v di pangkal lidah).
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfYsoRkF16GjW3SilKBUqc4y2oqNR_JaOdFWtdnnSyfqDWLHtYlnfCZa7qnjDWZm4PP1m8MmekIgXeh-pU2uVt8uVl7NHDUhnxIacw9qJ-MNXySyQnJIgPafmkelD9OIPekBMZPc8b93pL/s1600/lidah-3.jpg

5.        Indra Penciuman (Hidung)

      Indra penciuman pada manusia adalah hidung. Di dalam hidung terdapat saraf olfaktori yang menerima rangsang berupa bau. Pada saat kita bernapas, zat kimia yang berupa gas ikut masuk ke dalam hidung kita. Zat kimia yang merupakan sumber bau akan dilarutkan pada selaput lendir, kemudian akan meransang rambut-rambut halus pada sel pembau. Sel pembau akan meneruskan rangsangan ini ke otak dan akan diolah sehingga kita bisa mengetahui jenis bau dari zat kimia tersebut. Gangguan pada hidung biasanya disebabkan oleh radang atau sakit pilek yang menghasilkan lendir atau ingus sehingga menghalangi bau mencapai ujung saraf pembau. Gangguan lain juga bisa disebabkan oleh adanya kotoran pada hidung dan bulu hidung yang terlalu banyak. Kita harus selalu membersihkan hidung dari kotoran dan merapikan bulu – bulunya supaya penciuman kita tidak terganggu.



KESIMPULAN

    Dari uraian di atas dapat saya simpulkan bahwasannya indera sangatlah penting terhadap kelangsungan hidup manusia, berjuta-juta bahkan tak terhitung jumlah sel ataupun saraf dari kelima indera tersebut yang demikian sempurnanya itu semua berkat Allah SWT,
Yang mana indera tersebut akan saya simpulkan lagi bagian apa saja yang menjadi peranan penting dalam indera berikut uraiannya.

A.       Indera penglihatan (mata)

       Jenis indera ini memiliki sejumlah reseptor khusus untuk mengenali perubahan sinar dan warna, selain itu terdapat otot-otot yang berfungsi sebagai penggerak bola mata, kotak mata, kelopak mata dan bula mata bola mata memiliki garis tengah kira-kira 2,5 cm, bagian depannya bening, bola mata terdiri dari tiga lapisan yaitu sclera, koroid dan retina.

B.       Indera pendengar (telinga)

Merupakan alat pendengar dan alat keseimbangan telinga terdiri dari tiga bagian yaitu telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam

C.        Indera peraba (kulit)

Merupakan indera peraba sebab memiliki ujung saraf sensoris sebagai reseptor khusus untuk sentuhan, tekanan temperature (panas dan dingin), serta rasa sakit.

D.       Indera pengecap (lidah)

       Merupakan organ yang tersusun atas otot, permukaan lidah banyak tonjolan kecil yang di sebut papilla lidah member kesan lidah terkesan kasar, pada papilla lidah pembau di rangsang oleh gas yang terhirup oleh hidung indra pembau tersebut sangat peka dan kepekannya mudah hilang jika di hadapkan pada bau yang sama dalam jangka waktu yang lama.

E.        Indera pembau (hidung)

       Rangsang yang berupa hawa/udara/bau melalui udara menuju ke reseptor yang ada di rongga hidung (cavum nasalis) prosesnya adalah bau di terima pada ronnga hidung di teruskan oleh nervus ke-1 (saraf pembau) menuju garis centralis posterior (pusat sentibilitas di kulit otak).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar